TP-PKK Kabupaten Bener Meriah Ikuti Diskusi Terfokus dengan TP-PKK Provinsi Aceh, Tentang Penanganan Hukum Anak Korban Kejahatan Seksual

24-09-2020 08:41:57

Redelong - Ketua  Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK) Kabupaten Bener Meriah Ny. Nikmah Sarkawi didampingi oleh pengurs lainnya  mengadakan diskusi terfokus dengan TP-PKK Provinsi Aceh dengan tema Penanganan Hukum Anak Korban Kejahatan Seksual di Aceh secara virtual di Media Centre Kabupaten Bener Meriah, Rabu, 23/9/2020.Acara yang dibuka oleh Plt Gubernur Aceh yang diwakili oleh  Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan, SDM dan Hubungan Kerja Sama Darmansyah, S.Pd.MM dalam sambutannya menyampaikan, anak kita harus kita lindungi agar mereka tumbuh dan berkembang, karena mereka adalah yang akan meneruskan  tongkat estafet dimasa yang akan datang, kata Darmansyah.

“Salah satu bentuk kekerasan yang telah ditemukan pada anak-anak kita adalah kekerasan atau kejahatan seksual, berbagai data dan fakta membuktikan, bahwa tindakan kekerasan seksual khususnya terhadap anak masih cukup tinggi di Aceh,” sebutnya.

Sambungnya, itu baru berdasarkan data yang terungkap kepermukaan, bukan mustahil jumlah kasus yang sebenarnya lebih besar, sebab ada banyak kekerasan seksual yang tidak diangkat kepermukaan karena alas an aib keluarga. Apapun alas an itu yang jelas kekerasan seksual pada anak ini harus mendapat penegakan hukum yang lebih tegas, kendati kita telah memiliki payung hukum local  yaitu Qanun No. 11 Tahun 2008 tentang perlindungan anak, kita wajib memikirkan hal ini dengan metode terbaik dalam rangka member perlindungan dan penangan bagi anak korban kekerasan atau kejahatan seksual ini, papar Darmansyah.

“hari ini TP-PKK Aceh berkerjasama denga Flower Aceh, Unsyiah, AJI Banda Aceh serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh menggagas terselenggaranya diskusi membahas untuk mecari upaya terbaik bagi anak korban kejahatan seksual, dan kami juga berharap diskusi ini bisa melahirkan sejumlah rumusan  yang dapat dijadikan sebagai acuan untuk menjalankan program perlindungan anak dimasa yang akan datang, tutupnya.

 

Sementara Ketua TP-PKK Kabupaten Bener Meriah Ny. Nikmah Sarkawi seuasai acara tersebut mengatakan, kita harus paham, bahwa  anak juga mempunyai hak asasi, sebagaimana hak yang dimiliki oleh orang dewasa. Anak merupakan individu yang belum matang baik secara fisik, maupun mental apalagi sosialnya. Sehingga jika dibandingkan dengan orang dewasa, jelas anak akan lebih beresiko terhadap kekerasan termasuk didalam dalamnya tindak kejahatan kekerasan seksual.

Ny. Nikmah Sarkawi juga menambahkan, kekerasan seksual yang dilakukan terhadap anak di bawah umur tentunya akan berdampak kepada psikologis maupun perkembangan lainnya terhadap anak tersebut, sebutnya.

Yanga paling nyata dampak psikologis pada anak-anak akan melahirkan trauma berkepanjangan yang kemudian dapat melahirkan sikap tidak sehat, seperti minder, takut yang berlebihan, perkembangan jiwa terganggu, dan akhirnya berakibat pada keterbelakangan mental. Dan ini  dapat menjadi  kenangan buruk bagi anak korban kejahatan seksual tersebut. Peran aktif dari para aparat penegak hukum dalam menanggulangi kejahatan kesusilaan sangat diperlukan, pungkas Ketua TP-PKK Kabupaten Bener Meriah tersebut.

Diskusi tersebut mengahdirkan Narasumber: Wakil Ketua TP PKK Provinsi Aceh – Dr. Ir. Dyah Erti Idawati MT, Asisten Deputi Perlindungan Anak Dari Kekerasan & Eksploitasi Kementerian PPPA RI – Dra. Valentina Ginting, M.Si, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) RI – Hj. Margaret Aliyatul, M.Si, Ketua Mahkamah Syari’ah Aceh – Dra. Hj. Rosmawardani, SH., MH., Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh – Dr. Muhammad Yusuf, SH., M.H, Direktur Reskrimun Polda Aceh – Kombes Sony Sonjaya S.I.K, Kepala Dinas PPPA Aceh – Nevi Ariani SE, Anggota DPRA Aceh – Nora Idah Nita, SE

Tampil sebagai Penanggap : Flower Aceh – Riswati, S.Pd.I., M.Si, Kepala Pusat Studi Gender Unsyiah – Nursiti, SH, M.Hum, Direktur LBH Banda Aceh – Syahrul., SH, M.H, Ketua FATAR – Yolandra, Staf Perlindungan Anak UNICEF Perwakilan Aceh – Dhiana Anggraeni, MSW, MSc. (Ikas/humasbm).

Facebook Fans Page